Buku ini berargumen bahwa kemajuan atau keterbelakangan sebuah kelompok manusia bukan disebabkan oleh waktu itu sendiri, melainkan oleh bagaimana manusia mengisi waktu tersebut. Penulis menggunakan perspektif tokoh pemikir Mesir, Sayyid Qutub, dalam menafsirkan Surat Al-'Ashr sebagai sebuah "jawaban komprehensif" bagi seluruh permasalahan manusia. Poin-poin utama yang dibahas meliputi: Hakiā¦