Text
Pragmatics
Pragmatik adalah cabang linguistik yang mempelajari bagaimana konteks memengaruhi cara kita memahami dan menyampaikan makna dalam komunikasi. Berbeda dengan semantik yang fokus pada makna kata secara harfiah, pragmatik meneliti makna yang tersirat dan tujuan komunikatif dari seorang pembicara.
Konsep Utama dalam Pragmatik
Studi ini melibatkan beberapa elemen kunci yang sering kita gunakan tanpa sadar:
Tindak Tutur (Speech Acts): Penggunaan bahasa bukan hanya untuk menyampaikan informasi, tapi untuk melakukan tindakan, seperti berjanji ("Saya akan datang"), meminta, atau memerintah.
Implikatur Percakapan (Conversational Implicature): Makna tersembunyi yang tidak diucapkan secara gamblang. Contoh: Jika seseorang bertanya "Mau makan siang?" dan dijawab "Saya baru saja sarapan," maksud tersiratnya adalah "Tidak".
Deiksis: Kata-kata yang maknanya bergantung sepenuhnya pada konteks fisik, seperti "di sini", "di sana", "kamu", atau "sekarang".
Maksim Percakapan (Conversational Maxims): Prinsip kerja sama dari Paul Grice yang menyarankan agar pembicara jujur, relevan, jelas, dan memberikan informasi secukupnya.
Presuposisi: Asumsi dasar yang dianggap benar sebelum sebuah kalimat diucapkan. Misalnya, kalimat "Kapan kamu berhenti merokok?" mengasumsikan bahwa orang tersebut dulunya merokok.
Tidak tersedia versi lain