Anging Mammiri; jejak Makassat tempo Dulu
erikut adalah poin-poin utama atau abstrak dari buku tersebut:
Rekonstruksi Sejarah Lokal: Buku ini menyajikan potret visual dan naratif mengenai perkembangan Kota Makassar, mulai dari masa kerajaan, era kolonial, hingga awal kemerdekaan. Penulis menggali "jejak" yang mungkin mulai terlupakan oleh generasi modern.
Identitas dan Budaya: Melalui judul "Anging Mammiri" (angin yang berembus membawa kabar), buku ini mengeksplorasi filosofi dan identitas masyarakat Makassar. Penulis membahas adat istiadat, bahasa, serta semangat bahari yang menjadi ciri khas kota pelabuhan ini.
Transformasi Perkotaan: Menggambarkan perubahan lanskap kota, termasuk bangunan bersejarah, pelabuhan tua, hingga titik-titik ikonik di Makassar yang menyimpan cerita unik mengenai interaksi antaretnis dan perdagangan internasional.
Narasi Nostalgik: Penulis menggunakan gaya penyampaian yang mengalir dan penuh nostalgia, menjembatani fakta sejarah yang kaku dengan cerita-cerita keseharian masyarakat tempo dulu agar lebih mudah dinikmati pembaca umum.
Pelestarian Memori: Buku ini berfungsi sebagai dokumentasi penting untuk menjaga warisan budaya dan sejarah agar tidak hilang tertelan modernisasi, sekaligus menjadi refleksi bagi masyarakat Makassar dalam memandang masa depannya.
Tidak tersedia versi lain