Menjadi Manusia Menjadi Hamba
Buku ini berargumen bahwa menjadi "manusia" dan menjadi "hamba" bukanlah dua hal yang terpisah, melainkan satu paket utuh. Di tengah maraknya dehumanisasi (hilangnya jati diri manusia) akibat gaya hidup modern, banyak orang cenderung memilih antara duniawi yang berlebihan atau spiritualitas ekstrem yang mengabaikan tanggung jawab dunia. Fahruddin Faiz hadir untuk menjembatani keduanya, menjelaskan bahwa menjalankan mandat sebagai manusia yang beradab adalah bagian dari tugas kehambaan kepada Tuhan.
Poin-poin utama yang dibahas meliputi:
Tiga Bagian Utama: Buku ini disusun dalam tiga bagian besar, yaitu mengenai Manusia, Waktu, dan Penghambaan.
Fitrah Kemanusiaan: Membahas aspek-aspek manusiawi yang sering dianggap sepele namun penting, seperti humor, doa, pernikahan, dan pentingnya "main-main" dalam hidup agar tidak kaku.
Konsep Khalifah & Abdun: Menjelaskan peran ganda manusia sebagai pengelola bumi (khalifah) sekaligus subjek yang patuh kepada Pencipta (abdun).
Dialog Antar-Filsafat: Penulis tidak hanya menggunakan perspektif sufi atau tokoh Muslim, tetapi juga menyandingkannya dengan pemikiran para filsuf Barat seperti Socrates, Diogenes, hingga Muhammad Iqbal.
Solusi Dehumanisasi:
Tidak tersedia versi lain