Buku ini terdiri dari lima bagian pembahsan, yaitu; Bagian satu, Pemerolehan bahasa. Bagian dua, Pengajaran bahasa. Bagian tiga, Membaca. Bagian empat, Evaluasi pengajaran bahasa. dan bagian kelima. membahas masalah pembakuan bahasa.
Buku ini terdiri dari tujuh bab pembahasan, yaitu; Bab I, Desain Metodologi Pengajaran sastra. Bab II, Pemetaan Kritik Sastra dan pengajaran. Bab III, Penertiban Definisi kritik sastra. Bab IV, Permasalahan Pengajaran dalam kritik Sastra. Bab V, Dasar Metodologi Kritik sastra. Bab VI, Instrumen Analisis Praktik Kritik. Bab VII, Tantangan Pengajaran Sastra Indonesia dalam haru biru posmodernisme.
Tiga bab dalam buku ini memperlihatkan bagaimana membedakan fiksi dan nonfiksi. Pertama, dari hubungan tanda dengan tanda-tanda lain yang mengiringi teks (wilayah sintaksis). Kedua, dari hubungan tanda dengan denotatumnya (wilayah semantik). Ketiga, dari hubungan tanda dengan pembacanya (wilayah pragmatik).
Buku ini membahas tentang : Bab 1 Pendahuluan Bab 2 Diagnosis sendiri Bab 3 Kemampuan mata Bab 4 Tanda baca dan pengelompokan kata Bab 5 Informasi fokus Bab 6 Kompetensi kebahasaan Bab 7 Membaca Paragraf Bab 8 Membaca Artikel Bab 9 Membaca buku Bab 10 Membaca surat kabar Bab 11 Fleksibilitas membaca Bab 12 Kebiasaan membaca Bab 13 Tinjauan kembali
Pembahasan dalam buku ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu; Bagian 1, Common Expression in Conversation, berisi ungkapan-ungkapan umum yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Bagian ini bisa dikatakan sebagai dasar utama dalam percakapan. Bagian kedua , Conversation About Certain Topics, berisi tentang percakapan dengan tema tertentu, seperti tentang keluarga, perkawinan, aktifitas sehariā¦